Oh Tok Guru !
kau menzahirkan dirimu keelokanmu, kecantikanmu, kesempurnaanmu supaya dikenalisayang...banyak mereka tiada arif asyik bangga banyak ilmu banyak amal
mencari kesana kemari
aku jua seperti itu melalui banyak ilmu serta panduan
sangka mereka menggelar mereka ulamak
aku sangka engkau jauh tidak bertempat
aku sangka sedemian bijak tapi nyata berakal cetek
baru aku tahu semuanya itu hanya palsu dan tertipu
sebenarnya engkau maha dekat membuat aku bingung dan buntu fikiran
engkau mengambil aku keistanamu dengan tidak aku sedari
melainkan aku sepertimu seumpamamu
hilang syak, dzan dan waham mengenaimu.
Oh Tok Guru !
sekarang aku bebas dihadratmu
istanamu kediamanku
hak milkmu kepunyaanku
hal ehwalku zahir dan bathin bersepakaimu
Oh Tok Guru !
siapa yang beroleh sepertiku dia yang tahu
oleh itu izinkan aku berseru
marilah beramai-ramai keistana Tok Guru
meninggalkan segalanya hatta diri sendiri
menjadi tamu menerima jamu
jangan asyik bangga banyak ilmu banyak amal
sebelum menerima jaminan Tok Guru
balik semula apabila mendapat keizinan begitu
memakai persalinan Tok Guru...
-Syeikh Ahmad Muhyiddin Aljunaidin
Apakah Benar Berhati Waja Ataukah Hanya Emas Sepuhan. Jika Benar Pujangga Besar Derita Itulah Dipinta Datang,Jikalau Hanya Pendita Samar Derita Datang Lari Lintang Pukang....
Bersama Ayahanda Tuanguru Syeikh Haji Ahmad Muhyiddin Aljunaidin

Almarhum Tuanguru Haji Yusuf Pulau Rusa

Almarhum Ustaz Ayahngah Tahir Alkasyif

Jalan-Jalan Cari Makan
Warga Melayu Pahang
Sahabat-Sahabat Dari Seberang
Sabtu, Januari 01, 2011
RUBAYAT
Hamzah Fansuri di dalam Mekkah
Mencari Tuhan di Baitil Ka’bah
Dari Barus ke Kudus terlalu payah
Akhirnya dijumpa di dalam rumah
Hamzah miskin orang uryani[1]
Seperti Ismail menjadi qurbani
Bukannya Ajami[2] lagi Arabi
Senantiasa wasil[3] dengan yang baqi
Hamzah nin asalnya Fansuri
Mendapat wujud di tanah Shar Nawi[4]
Beroleh khilafat ilmu yang ali[5]
Dari Abdul Kadir Sayyid Jilani[6]
Hamzah Shar Nawi terlalu hapus
Seperti kayu sekalian hangus
Asalnya laut tiada berarus
Menjadi kapur di dalam Barus
Aho segala kamu anak alim
Jangan bersahabat dengan yang zalim
Karena Rasulullah sempurna hakim
Melarang kita selain khadim
Kunjung-kunjung di Bukit Tinggi
Kolam sebuah di bawahnya
Wajib insan mengenal diri
Sifat Allah pada tubuhnya
Nurani kenyataan yang pasti
Supaya terang laut yang dalam
Berhenti angin ombakpun mati
Menjadi sultak kedua alam
Hamzah Fansuri terlalu karam
Di dalam laut yang maha dalam
Berhenti angin ombak pun padam
Menjelma sultan kedua alam
Hamzah Fansuri di dalam Mekkah
Mencari Tuhan di Baitil Ka’bah
Dari Barus ke Kudus terlalu payah
Akhirnya dijumpa di dalam rumah
Hamzah miskin orang uryani[1]
Seperti Ismail menjadi qurbani
Bukannya Ajami[2] lagi Arabi
Senantiasa wasil[3] dengan yang baqi
Hamzah nin asalnya Fansuri
Mendapat wujud di tanah Shar Nawi[4]
Beroleh khilafat ilmu yang ali[5]
Dari Abdul Kadir Sayyid Jilani[6]
Hamzah Shar Nawi terlalu hapus
Seperti kayu sekalian hangus
Asalnya laut tiada berarus
Menjadi kapur di dalam Barus
Aho segala kamu anak alim
Jangan bersahabat dengan yang zalim
Karena Rasulullah sempurna hakim
Melarang kita selain khadim
Kunjung-kunjung di Bukit Tinggi
Kolam sebuah di bawahnya
Wajib insan mengenal diri
Sifat Allah pada tubuhnya
Nurani kenyataan yang pasti
Supaya terang laut yang dalam
Berhenti angin ombakpun mati
Menjadi sultak kedua alam
Hamzah Fansuri terlalu karam
Di dalam laut yang maha dalam
Berhenti angin ombak pun padam
Menjelma sultan kedua alam
Langgan:
Catatan (Atom)